Dekan Fakultas Syariah IAIN Madura Paparkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 2024
- Diposting Oleh ADMIN HES
- Rabu, 18 Desember 2024
- Dilihat 122 Kali
Pamekasan, 18 Desember 2024 – Dekan Fakultas Syariah (Fasya) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Prof. Dr. Hj. Siti Musawwamah, M.Hum., menyampaikan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Tahun 2024 dalam forum resmi yang dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pejabat IAIN Madura. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Rektorat IAIN Madura sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan LAKIP yang diselenggarakan selama tiga hari, 17–19 Desember 2024.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pengisian aplikasi Sistem Informasi Pelaporan Kinerja Akuntabilitas (SIPKA), yang dipandu oleh narasumber dari Kementerian Agama Republik Indonesia, Ibu Shiva Kurnia Ramadhani. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas unit-unit kerja dalam menyusun laporan kinerja secara sistematis, akurat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam presentasinya, Prof. Dr. Hj. Siti Musawwamah mengungkapkan bahwa Fakultas Syariah berhasil mencapai 98% dari Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah ditetapkan. Pencapaian ini mencakup berbagai bidang strategis, antara lain: Peningkatan jumlah mahasiswa baru yang melampaui target yang ditetapkan, Keberhasilan pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya memenuhi, tetapi juga melampaui standar yang telah ditentukan dan Pemenuhan literatur akademik dan penyediaan sarana-prasarana yang mendukung kegiatan belajar-mengajar secara optimal.
Meskipun Fakultas Syariah mencatatkan hasil yang sangat baik, Prof. Dr. Hj. Siti Musawwamah memberikan sejumlah masukan konstruktif terkait penyusunan IKU pada periode mendatang. Salah satu poin utama yang digarisbawahi adalah mengenai target terkait mahasiswa penyandang disabilitas. Menurut beliau, menetapkan “memiliki mahasiswa penyandang disabilitas” sebagai IKU dinilai kurang relevan karena sulit dicapai dan diukur secara objektif. Sebagai alternatif, beliau mengusulkan agar indikator tersebut diganti dengan fokus pada penyediaan fasilitas ramah disabilitas di lingkungan kampus.
“Penyediaan fasilitas bagi mahasiswa penyandang disabilitas lebih relevan sebagai wujud komitmen terhadap inklusivitas dan akuntabilitas institusi. Hal ini juga lebih terukur dibandingkan menetapkan jumlah mahasiswa disabilitas sebagai target,” ungkap Prof. Dr. Hj. Siti Musawwamah.
Abdus Syakur, M.Pd. selaku Kabag AUAK memimpinan sidang menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pencapaian Fakultas Syariah serta masukan strategis yang diberikan untuk perbaikan IKU di masa mendatang. Beliau menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh unit kerja untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan akademik di lingkungan IAIN Madura.
Rangkaian kegiatan LAKIP akan dilanjutkan dengan sesi evaluasi menyeluruh dan penyusunan rencana kerja tahun berikutnya. Proses ini diharapkan dapat memastikan tercapainya visi dan misi IAIN Madura sebagai institusi pendidikan yang unggul, inklusif, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.